Info

Mohon maaf atas ketidak nyamanan tampilan blog ini

Wednesday, February 20, 2013

BULAN HIJRIYAH DAN MAKNANYA

Posting yang sedikit Religi ya sob.
Mulanya sih dikarnakan kemarin ortu saya nyuruh buat di editin photo cucu pertama yang bernama Qalaesya Akhmarunnisa Khaira yang lahir pada tanggal 11 Februari 2013 kemarin, trus saya coba cari deh kalender bulan hijriyahnya dan alhasil saya nemu artikel bagus ni sob.


Sebagian dari kita terkadang tidak tau atau mungkin lupa akan makna dari bulan-bulan Hijriyah tersebut dan Kaum muslimin banyak menggunakan penanggalan Hijriyah dalam kehidupan sehari-hari di samping penanggalan Masehi. Penulisan penanggalan Hijriyah biasanya ditulis dengan hurup berukuran kecil pada kalender penanggalan masehi, tapi ada juga lembaga tertentu yang menerbitkan kalender khusus penanggaan Hijriyah.
Kalau perhitungan tahun Masehi diperkirakan dimulai dari persitiwa kelahiran Isa AL Masih sedangkan perhitungan tahun Hijriyah diawali dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad s.a.w dari kota Mekah ke kota Medinah.
Jumlah bulan Hijriyah sama dengan jumlah bulan dalam penanggalan Masehi yaitu sama-sama 12 bulan. Perbedaanya yaitu bulan-bulan Hijriyah lamanya antara 29 dan 30 hari sedangkan bulan-bulan Masehi antara 30 dan 31 hari kecuali bulan Februari hanya 28 hari dan setiap empat tahun sekali menjadi 29 hari. Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan dasar perhitungannya. Bulan-bulan Hijriyah dihitung berdasarkan peredaran bulan sedangkan bulan-bulan masehi dihitung berdasarkan peredaran matahari.

Jumlah hari dalam satu tahun menurut perhitungan Hijriyah adalah 6 X 29 hari ditambah 6 X 30 hari sama dengan 354 hari. Sedangkan bulan Masehi berjumlah 365 hari sehingga selisih 11 hari. Oleh karena itu bisa kita lihat misalnya Hari Raya Idul Fitri selalu maju 11 hari kecuali kalau bulan Februarinya berjumlah 29 hari. Jadi  kalau tahun lalu 2011 Idul Fitri jatuh pada tanggal 30 Agustus  maka pada tahun 2012 maju 11 hari berarti pada 19 Agustus. 

Nama-nama bulan Hijriyah adalah:
1. Muharram, artinya yang diharamkan untuk berperang; Pada bulan ini Allah mengharamkan kaum Muslimin untuk berperang kecuali kalau mereka diserang musuh. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an :

surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 194
الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
alsysyahru alharaamu bialsysyahri alharaami waalhurumaatu qisasun famani i'tadaa 'alaykum fai'taduu 'alayhi bimitsli maa i'tadaa 'alaykum waittaquu allaaha wai'lamuu anna allaaha ma'a almuttaqiina

194. Bulan haram dengan bulan haram [118], dan pada sesuatu yang patut dihormati [119], berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

2. Shafar, artinya daun yang menguning;
Shafar menurut arti katanya adalah  kuning. Hal ini dihubungkan dengan keadaan alam yang biasanya terjadi pada bulan itu yakni menguningnya daun-daun karena panas yang sangat terikt.

3. Rabi’ul Awwal, artinya musim semi pertama;

Robi'ul awal itu artinya seperempat pertama karena bulan ini merupakan bulan ketiga dari dua belas bulan atau bisa kita artikan sebagai triwulan pertama. Bulan ini sering juga disebut bulan Maulid ang artinya kelahiran, karena pada tanggal duabelas  Robi'ul Awal Nabi Muhammad s.a.w dilahirkan.

4. Rabi’uts Tsani, artinya musim semi yang kedua;
    Artinya seperepat kedua atau dalam bahasa kita sehari-hari yaitu triwulan kedua karena bulan ini merupakan bulan keempat.


5. Jumadil Awwal, artinya masa air membeku yang pertama;
    Jumud dalam bahasa Arab artinya beku, jadi bulan ini adalah bulan mulai terjadinya musim dingin pertama.


6. Jumadits Tsani, artinya masa air membeku yang kedua;
     Bulan ini merupakan bulan musim dingin yang kedua.


7. Rajab, artinya masa air yang membeku mulai mencair. Pada bulan ini air yang membeku mulai mencair, berarti suhu udara mulai naik lagi.

8. Sya’ban, artinya lembah-lembah yang mulai ramai digarap penduduk untuk bercocok tanam atau beternak; Pada bulan ini kaum Felahin atau para petani mulai menggarap lahan pertaniannya.

9. Ramadhan, artinya panas yang membakar. Romadho artinya membakar. Bulan ini diberi nama Romadhon karena suhu udaranya panas seperti terbakar. Pada bulan ini kaum Muslimin diwajibkan berpuasa selama saatu bulan. kaarena itu sering kita dengar bahwa bulan Romadhon itu merupakan bulan pembakaran dosa.

10. Syawwal, artinya peningkatan panas yang membakar tersebut. Bulan Syawal ini lebih panas dari Ramadhon karena itu disebut Syawal yang artinya peningkatan. Dikaitkan dengan bulan Rmadhon yang diisi dengan ibadah shaum sebagai pelatihan diri, maka bulan Syawal diartikan sebaai bulan peningkatan kualitas diri setelah melaksanakan shaum. Pada tanggal 1 Syawal kaum Muslimin menyambutnya sebagai Hari Raya Idul Fithri yang atinya kembali kepada fithrah kesucian diri.

11. Dzul Qa’dah, artinya yang di dalamnya banyak orang yang hanya duduk-duduk karena panasnya udara. Disebut Dzulqo'dah Bulan ini merupakan bulan istirahat di rumah. Orang-orang jarang ke luar rumah karena panasnya udara luar.



12. Dzulhijjah artinya yang di dalamnya ada haji. Disebut Dzulhijjah karena pada bulan  inilah  kaum muslimin melaksanakan ibadah haji di Mekah dan sekitarnya. Pada waktu para jama'ah haji sedang wuquf di Padang Arafah  tanggal 9 Dzulhijjah, maka orang-orang yang tidak ikut menjadi jama'ah haji yaitu yang ada di negerinya masing-masing, dianjurkan untuk berpuasa dan pada esok harinya tanggal 10 Dzulhijjah dianjurkan untuk memotong hewan qurban. Dalam masyarakat Jawa bulan ini disebut juga bulan Rayagung yang artinya Hari Raya Agung yaitu hari raya qurban yang terjadi tanggal sepuluh.

Allah  menciptkan matahari dan bulan yang beredar pada waktu yang pasti sehingga  manusia bisa menentukan waktu dari perdearan itu. Dijelaskan dalam Al Qur'an:



surah / surat : Yunus Ayat : 5
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السّنِيْنَ وَالحِْسَابَ مَا خَلَقَ اللهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الأيَاَتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
huwa alladzii ja'ala alsysyamsa dhiyaa-an waalqamara nuuran waqaddarahu manaazila lita'lamuu 'adada alssiniina waalhisaaba maa khalaqa allaahu dzaalika illaa bialhaqqi yufashshilu al-aayaati liqawmin ya'lamuuna

5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak [669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

[669] Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.

untuk Convert bulan masehi ke hijriyah disini
artikel ini diambil dari sini

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan jejak anda disini

Facebook Badge

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...